Minggu (8/5/2011), beberapa motor trail warna hijau dan orange terlihat memasuki kawasan perumahan bukit Villa Tidar, Malang. Semua motor terlihat penuh lumpur. Wajah pengendarnya juga sudah tidak karuan lagi, penuh belepotan tanah basah. Mereka adalah tim CHEELA yang baru saja offroad di seputar sungai Bedengan.
Di hari yang mendung itu, tim CHEELA mengasah ketrampilan dalam mengendarai motor trail di medan offroad. Maklum sebagian besar yang ikut di CHEELA adalah newbie alias pemula, yang memegang motor trail tidak lebih dari setahun. Kalau sekedar naik motor trail di jalur offro-ad sih mereka sudah piwai, namun itu semuanya dilakukan secara ‘insting”, tanpa dibekali tehnik yang benar dalam ber-offroad. Akibatnya sering habis offroad badan menjadi super pegal, atau langsung down ketika melibas jalur single track yang rumit. Atau langsung keteteran ketika diajak speed offroad. Itu semuanya karena tidak dibekali dengan tehnis dasar menekuk motor trail.
Nah untuk itu secara rutin tim CHEELA mengadakan latihan atau istilah kerennya ‘coaching clinic’ tentang tehnik offroad. Orang yang mendapatkan “sampur” untuk berbagai pengalaman itu adalah offroader senior DW dan RK. DW selain offroad juga main motocross. Tunggangan andalannya adalah Kawasaki KXF250. Sedangkan RK adalah offroader senior yang sudah main motor trail sejak tahun 90-an.
Tehnik yang diajarkan adalah berkaitan dengan riding position dan tehnik menikung yang benar. Karena masih banyak yang awam soal ini, ada yang membawa motor trail tetapi posisinya seperti membawa motor mio. Atau menikungnya kaku seperti babi hutan dikejar harimau, nabrak sana, nabrak sini.
Meskipun cuaca kurang bersahabat, anggota tim CHEELA itu penuh semangat mempraktekan tehnik offroad yang benar. Sirkuit yang diguyur hujan menjadi licin. Akibatnya banyak peserta yang jatuh atau maunya belok kiri, lha koq motor jadi muter belok kanan. Jadinya semuanya tertawa terbahak-bahak. Meskipun jatuh, semuanya senang, karena jatuh itu sesuatu yang biasa dalam olahraga ekstrim seperti offroad motor trail itu.
Senyum puas terlihat di wajah BN yang baru saja punya tunggangan baru, KTM 200. BN nyelutuk, “terima kasih sekali diajarkan tehnik offroad ini, sekarang saya jadi lebih PD dalam menikung, pokoknya mantap!”. AK yang pake KLX 150 juga terlihat senang, meskipun pada awalnya terlihat kaku dalam menekuk stang motor, namun setelah diarahkan semakin luwes saja “tariannya” dalam memainkan motor. WW yang pakai KTM 200 juga terlihat semakin yahud dalam mengendalikan motornya, meskipun pada awalnya terlihat kalau tenaga WW kedodoran. Sambil bercanda RK nyletuk, “masih mudah koq loyo ha ha”.